Shalat Jenazah

Shalat atas mayat hukumya fardhu kifayah secara ijma’ menurut hadist yang diriwayatkan dari jabir bin Abdullah ra ia berkata:

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُ, أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” إِنَّ أَخَاكُمْ النَّجَاشِيَّ قَدْ مَاتَ ، فَقُومُوا فَصَلُّوا عَلَيْهِ

Artinya:
Dari Imron bin Hushain ra, bahwa Rasulallah saw bersabda ”sesungguhnya saudara kalian An-Najasyi telah meninggal dunia, mari kita bersama men-shalatkanya” (HR Muslim)

Fardhu kifayah sendiri artinya wajib dan ditujukan oleh orang banyak namun jika sebagian orang muslim sudah melakukannya maka kewajiban tersebut telah gugur bagi muslim yang lainnya. Namun jika seluruh kaum muslimin meninggalkan sholat jenazah maka kaum muslimin tersebut berdosa.

Syarat - Syarat Shalat Jenazah
  1. Shalat jenazah sama halnya dengan shalat yang lain, yaitu harus menutup 'aurat, suci dari hadas besar dan kecil, suci badan, pakaian dan tempatnya serta menghadap qiblat.
  2. Mayit sudah dimandikan dan dikafani.
  3. Letak mayit sebelah kiblat, di depan orang yang menyalatinya, kecuali kalau shalat dilakukan di atas kubur atau shalat ghaib.
Posisi Imam Ketika Sholat Jenazah

Posisi imam dalam melaksanakan shalat jenazah perempuan dengan jenazah laki-laki berbeda. 

Jika jenazahnya adalah laki-laki maka posisi imam adalah berdiri tepat di bagian belakang kepalanya si jenazah. Lalu kita bisa meletakkan kepala jenazah di sebelah kiri imam.

Jika jenazahnya perempuan maka imam tepat berdiri di belakang pinggang jenazah tersebut, posisi kepala jenazah tepat diletakkan di sebelah kanan sang imam.

Rukun dan Cara Mengerjakan Shalat Jenazah

Shalat jenazah dilakukan dengan cara yang berbeda dengan shalat pada umumnya, seluruh gerakan shalat dilakukan dengan berdiri. Meski shalat ini hukumnya wajib, shalat ini tidak diawali dengan adzan dan iqamat.

Adapun cara shalat jenazah adalah sebagai berikut:

Setelah berdiri sebagaimana mestinya akan mengerjakan shalat, maka :

a. Niat, menyengaja melakukan shalat atas mayit dengan empat takbir, menghadap qiblat karena Allah.

Lafazh niatnya:

Untuk jenazah laki-laki maka niatnya sebagai berikut:


اُصَلِّى عَلٰى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالٰى

"Ushallii 'alaa haadzal mayyiti arba'a tak biiraatin fardlal kifaayati ma'muuman lillaahi ta'aalaa" - "Allahu akbar."

Artinya :
Saya niat shalat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah sebagai makmum karena Allah Ta’ala. - Allahu Akbar

Untuk jenazah perempuan, maka bacaan niatnya adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى عَلٰى هَذِهِ الْمَيْتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالٰى

"Ushalli 'alaa haadzal mayyitati arba'a tak biiratin fardlal kifaayati ma'muuman ta'aala." "Allahu akbar."

Artinya :
Saya niat shalat atas mayit perempuan ini empat kali takbir fardhu kifayah sebagai makmum karena Allah Ta’ala. - Allahu Akbar

Untuk jenazah anak-anak, maka bacaan niat sebagai berikut:

اُصَلِّى عَلٰى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالٰى

"Ushallii 'alaa haadzal mayyiti arba'a tak biiraatin fardlal kifaayati ma'muuman lillaahi ta'aalaa" - "Allahu akbar."

Artinya :
Saya niat shalat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah sebagai makmum karena Allah Ta’ala. - Allahu Akbar

Niat tersebut di atas merupakan niat yang dibaca saat menjadi makmum pada shalat jenazah. Jika menjadi imam dalam shalat jenazah maka niat tetaplah sama namun pada (مَأْمُوْمًا=sebagai makmum) menjadi (إِمَامًا=sebagai imam).

b. Setelah takbiratul ihram, yakni setelah mengucapkan ''Allahu akbar'' (takbir pertama setelah niat), sambil meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri di atas perut (sedakap), kemudian membaca surat Al fatihah (tidak membaca surat yang lain). - setelah membaca surat Al fatihah kemudian lanjut takbir kedua membaca ''Allahu akbar''.

c. Setelah takbir yang kedua, terus membaca shalawat atas Nabi sebagai berikut:

.اَللَٰهُمُّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

"Allahumma shalli 'alaa muhammadin."

Artinya :
''Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi Muhammad''.

Atau lebih sempurna bacalah shalawat sebagai berikut

أللهم صَلِّ علي سيدنامحمد وعلي ألِ سيدنا محمد كما صَلَيْتَ علي سيدنا إبراهيم وعلي أل سيدنا إبراهيم وبارِكْ علي سيدنا محمد وعلي أل سيدنا محمد كما باركت علي سيدنت إبراهيم وعلي أل سيدنا إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد

"Allaahumma shalli 'alaa muhammadin wa alaa aali - muhammadin kamaa shallaita 'alaa ibraahiima wa'alaa - ibraahiima wa'alaa aali ibraahiima wabaarik 'alaa muhammadin wa'alaa aali muhammadin kamaa baarakta - 'alaa ibraahiima wa'alaa aali ibraahiima fil 'aalamiina - innaka hamiidum majiidun."

Artinya :
''Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi dan atas keluarganya, sebagaimana Tuahn - pernah memberi rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad dan para keluarganya, sebagaimana Tuhan pernah memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim dan para keluarganya. Di seluruh alam ini Tuhanlah yang terpuji Yang Maha Mulia''.

d. Setelah takbir yang ketiga, kemudian membaca do'a sekurang – kurangnya sbb.

(اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ (لَهَا) وَارْحَمْهُ (هَا) وَعَافِهِ (هَا) وَاعْفُ عَنْهُ (هَا

"Allaahummaghfir lahuu warhamhu wa'aafihi wa'fu anhu."

Artinya :
"Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia''.

Atau doa yang lebih sempurna sebagai berikut

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ
مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ
 وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ
 وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ
 وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّار

"Bismillah hir-Rahman nir-Rahim"
"Allahummaghfir lahu (lahaa) warhamhu (haa) wa’aafihii (haa) wa’fu ‘anhu (haa) wa akrim nuzulahu (haa) wawassa’madkhalahu (haa) waghsilhu (haa) bil-maa’I watstsalji wal-baradi wanaqqihi (haa) minal-khathaayaa kamaa yu-naqqatats-tsaubul-abyadhu minad-danasi waabdilhu (haa) daaran khairan min daarihi (haa) wa ahlan khairan min ahlihi (haa) wa zaujan khairan min zaujihi (haa) wa adkhilhul jannata wa a’iduhu min ‘adabil qabri wa ‘adabin nar"

Artinya:
"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang"
"Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan peliharalah ia dari siksa kubur dan azab api neraka" (HR. Muslim)

Keterangan : Jika mayit perempuan lafazh lahu menjadi lahaa dan seterusnya. Jika mayit anak - anak do'anya sbb

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًَا لِاَبَوَيْهِ وَسَلَفًا وَذُخْرًا
وَعِظَةً وَاعْتِبَارًا وَشَفِيْعًا وَ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِيْنَهُمَا
وَاَفْرِغِ الصَّبْرَعَلىٰ قُلُوْبِهِمَا وَلاَ تَفْتِنْهُمَا بَعْدَهُ
وَلاَ تَحْرِ مْهُمَا اَجْرَهُ

"Allaahummaj'alhu farathan li-abawaihi wasalafan wadzukhran wa'izhatan wa'tibaaran wasyafii'an watsaqqil bihi - mawaaziinahumaa wafrighishsabra 'alaa quluubihimaa wa - laa taftinhumaa ba'dahu walaa tahrimnaa ajrahu"

Artinya :
"Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahuluan bagi ayah bundanya dan sebagai titipan, kebajikan yang didahulukan, dan menjadi pengajaran ibarat serta syafa'at bagi orang tuanya. Dan beratkanlah timbangan ibu bapanya. Dan janganlah menjadikan fitnah bagi ayah bundanya sepeninggalkannya, dan janganlah Tuhan menghalangi pahala kepada dua orang tuanya''.

e. Selesai takbir keempat, membaca do'a sbb.

اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْناَ أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَناَ وَلَهُ

"Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfir lanaa wa lahu."

Artinya :
"Ya Allah, janganlah kiranya, pahalanya tidak sampai kepada kami (janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya), dan janganlah Engkau meluputkan kami - fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia''.

Lebih sempurna dan lengkap membaca do'a sbb,

اَللّٰهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ وَلَاِ خْوَا نِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَاتَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَااِنَّكَ رَؤُفٌ رَّحِيْمٌ

"Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu walaa taftinnaa ba'da - hu waghfir lanaa walahu wali ikhwaaninal ladziina saba- quuna bil iimaani walaa taj'al fii quluubinaa ghillan lil- ladziina aamanuu rabbanaa innaka ra'uu fur rahiimun."

Artinya :
"Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami, dan janganlah - Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia, dan bagi - saudara – saudara kita yang mendahului kita dengan iman, dan janganlah Engkau men - jadikan unek – unek/gelisah dalam hati kami dan bagi orang – orang yang beriman. Wa - hai Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

f. Kemudian (selesai) memberi salam sambil memalingkan muka - ke kanan ke kiri dengan ucapan sebagai berikut

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْتُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

"Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh."

Artinya :
''Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian''.

Sunnat Shalat Jenazah


  1. Mengangkat tangan pada setiap takbir
  2. Suara direndahkan
  3. Membaca ta’awuz : "a`ūdhu billāhi min ash-shaitāni r-rajīmi" (أعوذ بالله من الشيطان الرجيم)
  4. Banyak Makmum : Sholat jenazah akan banyak pahalanya jika banyak makmum atau banyak orang yang melakukannya.
  5. Banyak Shaf : Ketika muslim yang meninggal kemudian dishalatkan maka banyaknya shaf untuk menyalatkan jenazah tersebut disunnahkan 3 shaf.


Do'a sesudah shalat jenazah

Setelah selesai salam, kemudian membaca bersama sama Surat Al Fatihah, kemudian - imam membaca do'a sebagai berikut

"Bismillaahirrahmanirrahiim."
"Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa muhammadin wa'alaa aali muhammadin. Allaahumma bihaqqil faatihati (haadzihil mayyitati kalau perempuan) minan naari. Allaahumma 'an - zilir rahmata wal maghfirata 'alaa haadzal mayyiti (haa - dzihil mayyitati) waj'al qabra hu (ha) raudlatan minal jannati walaa taj'alhu (ha) hufratan minan niiraani. Washallallaahu 'alaa khairi khalqihi sayyidinaa muhammadin - wa 'alaa aalihi washahbihii ajma'iina. Walhamdu lillaahirabbil aalamiina."

Artinya :
"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang"
''Ya Allah, curahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, dengan berkahnya surat Al-Fatihah, bebaskanlah dosa kami dan dosa mayit ini dari siksaan api neraka.'' ''Ya Allah, curahkanlah rahmat dan berilah ampunan kepada mayit ini. Dan jadi - kanlah tempat kuburnya taman yaman dari surga dan janganlah Engkau menjadikan kuburnya itu lubang jurang neraka. Dan semoga Allah memberi rahmat kepada semulia - mulia makhluknya yaitu junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabat - sahabatnya sekalian, dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam''

Bila ada keluarga atau handaitolan yang meninggal di tempat yang jauh, dan kita tidak bisa menghadiri proses pengurusan jenazahnya, maka disunatkan juga untuk kita melakukan shalat ghaib atas mayat itu tersebut.

No comments: