Wednesday, October 8, 2014

Wanita Yang Tidak Boleh Dinikahi

Wanita yang boleh dinikahi dan yang tidak boleh dinikahi dijelaskan dengan rinci di dalam Al- Qur,an surat al-Nisa’ ayat : 22 – 23, kalau diklasifikasi ada yang haram untuk selamanya dan ada yang haramnya terbatas waktu.

Wanita yang haram dinikahi selamanya ada tiga :

1. Karena nasab, yang meliputi :
a. Ibu kandung, nenek sampai ke atas.
b. Anak putri, cucu putri sampai ke bawah.
c. Saudara perempuan kandung seayah atau seibu.
d. Bibi dari ayah atau dari ibu.
e. Keponakan dari saudara laki – laki atau perempuan.
2. Karena mushoharoh (besan), meliputi :
a. Ibu mertua, nenek mertua sampai ke atas.
b. Anak tiri, cucu tiri sampai ke bawah.
c. Menantu perempuan.
d. Ibu tiri.
3. Karena sesusuan (Rodlo’), meliputi :
Ibu yang menyusui, saudaranya, putrinya, dll.

Adapun wanita yang haram sementara karena suatu sebab, jika sebabnya itu sudah tidak ada maka wanita itu boleh dinikahi :
1. mengumpulkan dua wanita yang semahram (dua bersaudara,keponakan dan bibinya).
2. istri orang lain atau yang sedang dalam keadaan iddah.
3. mantan istrinya yang sudah dicerai tiga kali sehingga menikah dengan lelaki lain.
4. sedang dalam kedaan ihram haji atau umrah.
5. menikahi budak sedangkan dia mampu menikahi wanita merdeka.
6. wanita yang pernah berzina sehingga dia bertaubat.
7. wanita musyrikah sampai dia masuk islam.
(Fiqh al-Sunnah, Sayyid Sabiq : 2 / 85 – 96)
Sumber MMN: www.muslimedianews.com

Tuesday, September 9, 2014

Pertanyaan Sederhana

Isi titik-titik di bawah ini (mohon dijawab dengan jujur di dalam hati kita masing-masing)

1. Allah menciptakan TERTAWA dan ...
2. Allah itu MEMATIKAN dan ...
3. Allah menciptakan LAKI-LAKI dan ...
4. Allah memberikan KEKAYAAN dan ......

Mayoritas kita (termasuk antum) akan menjawab:

1. MENANGIS
2. MENGHIDUPKAN
3. PEREMPUAN
4. KEMISKINAN

Benar tidak ???

Untuk mengetahui apakah jawaban di atas itu benar atau tidak, mari kita cocokkan jawaban tersebut dengan rangkaian firman Allah SWT dalam surat An-Najm (53), ayat: 43-45, dan 48, sebagai berikut:

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ
"dan Dia-lah yang menjadikan orang TERTAWA dan MENANGIS." (QS. 53:43).

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ
"dan Dia-lah yang MEMATIKAN dan MENGHIDUPKAN." (QS. 53:44).

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ
"dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan LAKI-LAKI dan PEREMPUAN." (QS. 53:45).

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ
"dan Dia-lah yang memberikan KEKAYAAN dan KECUKUPAN." (QS. 53:48).

Ternyata jawaban kita umumnya BENAR hanya pada no. 1-3. Tapi, Jawaban kita untuk no. 4 umumnya KELIRU.

Jawaban Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an bukan KEMISKINAN, tapi KECUKUPAN.
Subhanallah..

Sesungguhnya Allah Ta'ala hanya memberi KEKAYAAN dan KECUKUPAN kepada hamba-Nya.
Dan ternyata yang "menciptakan" KEMISKINAN adalah diri kita sendiri. Hal ini bisa karena ketidakadilan ekonomi, kemalasan, bisa juga karena kemiskinan itu kita bentuk di dalam pola pikir kita sendiri.

Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yg senantiasa bersyukur; walaupun hidup pas-pasan ia akan tetap tersenyum dan merasa cukup, bukan merasa miskin.

Jadi, marilah kita bangun rasa keberlimpahan dan kecukupan didalam hati dan pikiran kita, agar kita menjadi hamba-Nya yg selalu BERSYUKUR.

Wednesday, July 23, 2014

Marcell Siahaan, Sudah 3 Tahun Jadi Mualaf

Mungkin banyak yang belum tahu jika penyanyi bersuara merdu Marcell Siahaan telah memutuskan memeluk agama Islam. Padahal keputusan menjadi muslim sudah sejak tiga tahun lalu. Sebagai seorang Mualaf, pria 36 tahun itu mengaku sampai saat ini dia masih terus belajar mengenai Islam.

“Memang dari dulu saya belajar agama. Buat saya pendalaman itu sangat perlu dan bagus buat saya,” kata Marcell Siahaan di kawasan Kebayoran Baru Jakarta Selatan, kemarin.

Diakui penyanyi berdarah Batak ini, sosok yang menjadi tempat curhat dan menimba ilmu buat dirinya adalah Syekh Muhammad Hisyam Kabbani. Syekh tersebut dikenal sebagai pengajar sufi yang membuat Marcell jatuh cinta pada Islam. “Untuk menjadi muslim saya harus rasakan dari hati,” terangnya.

Ditambahkan Marcell, ajaran sufistik yang diajarkan Hisyam Kabbani sangat memikat dirinya yang selama ini penuh dengan kegalauan. Ia seperti bayi yang baru lahir setelah mengenal Islam. Dikatakannya, selama mengenal Syekh Hisyam ia lebih mengetahui makna muslim sejati dan mengharmoniskan antar umat beragama lewat jalan spiritual.

“Buat saya ajarannya tidak duniawi, yang sifatnya duniawi. Ini benar-benar menekankan arti kata muslim yang sebenarnya, yakni Islam. Makna yang paling penting adalah berserah diri,” tambahnya.