Tuesday, September 9, 2014

Pertanyaan Sederhana

Isi titik-titik di bawah ini (mohon dijawab dengan jujur di dalam hati kita masing-masing)

1. Allah menciptakan TERTAWA dan ...
2. Allah itu MEMATIKAN dan ...
3. Allah menciptakan LAKI-LAKI dan ...
4. Allah memberikan KEKAYAAN dan ......

Mayoritas kita (termasuk antum) akan menjawab:

1. MENANGIS
2. MENGHIDUPKAN
3. PEREMPUAN
4. KEMISKINAN

Benar tidak ???

Untuk mengetahui apakah jawaban di atas itu benar atau tidak, mari kita cocokkan jawaban tersebut dengan rangkaian firman Allah SWT dalam surat An-Najm (53), ayat: 43-45, dan 48, sebagai berikut:

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ
"dan Dia-lah yang menjadikan orang TERTAWA dan MENANGIS." (QS. 53:43).

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ
"dan Dia-lah yang MEMATIKAN dan MENGHIDUPKAN." (QS. 53:44).

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ
"dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan LAKI-LAKI dan PEREMPUAN." (QS. 53:45).

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ
"dan Dia-lah yang memberikan KEKAYAAN dan KECUKUPAN." (QS. 53:48).

Ternyata jawaban kita umumnya BENAR hanya pada no. 1-3. Tapi, Jawaban kita untuk no. 4 umumnya KELIRU.

Jawaban Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an bukan KEMISKINAN, tapi KECUKUPAN.
Subhanallah..

Sesungguhnya Allah Ta'ala hanya memberi KEKAYAAN dan KECUKUPAN kepada hamba-Nya.
Dan ternyata yang "menciptakan" KEMISKINAN adalah diri kita sendiri. Hal ini bisa karena ketidakadilan ekonomi, kemalasan, bisa juga karena kemiskinan itu kita bentuk di dalam pola pikir kita sendiri.

Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yg senantiasa bersyukur; walaupun hidup pas-pasan ia akan tetap tersenyum dan merasa cukup, bukan merasa miskin.

Jadi, marilah kita bangun rasa keberlimpahan dan kecukupan didalam hati dan pikiran kita, agar kita menjadi hamba-Nya yg selalu BERSYUKUR.

Wednesday, July 23, 2014

Marcell Siahaan, Sudah 3 Tahun Jadi Mualaf

Mungkin banyak yang belum tahu jika penyanyi bersuara merdu Marcell Siahaan telah memutuskan memeluk agama Islam. Padahal keputusan menjadi muslim sudah sejak tiga tahun lalu. Sebagai seorang Mualaf, pria 36 tahun itu mengaku sampai saat ini dia masih terus belajar mengenai Islam.

“Memang dari dulu saya belajar agama. Buat saya pendalaman itu sangat perlu dan bagus buat saya,” kata Marcell Siahaan di kawasan Kebayoran Baru Jakarta Selatan, kemarin.

Diakui penyanyi berdarah Batak ini, sosok yang menjadi tempat curhat dan menimba ilmu buat dirinya adalah Syekh Muhammad Hisyam Kabbani. Syekh tersebut dikenal sebagai pengajar sufi yang membuat Marcell jatuh cinta pada Islam. “Untuk menjadi muslim saya harus rasakan dari hati,” terangnya.

Ditambahkan Marcell, ajaran sufistik yang diajarkan Hisyam Kabbani sangat memikat dirinya yang selama ini penuh dengan kegalauan. Ia seperti bayi yang baru lahir setelah mengenal Islam. Dikatakannya, selama mengenal Syekh Hisyam ia lebih mengetahui makna muslim sejati dan mengharmoniskan antar umat beragama lewat jalan spiritual.

“Buat saya ajarannya tidak duniawi, yang sifatnya duniawi. Ini benar-benar menekankan arti kata muslim yang sebenarnya, yakni Islam. Makna yang paling penting adalah berserah diri,” tambahnya.

Gak Usah Bawa-bawa Agama

Bro: “Bray...”
Bray: “Naon bro?”
Bro: “Jangan bawa-bawa agama bray”
Bray: “Apanya?”
Bro: “Ya semuanyalah. Elu mah dikit-dikit bawa agama, dikit-dikit bawa agama, sampe-sampe urusan nyoblos aja masih aja bawa-bawa agama”
Bray: “Gitu ya bro?”
Bro: “Iya, ribet bray! Makanya udah gak usah bawa-bawa agamalah bray”
Bray: ”Ya udah sok atuh kasih tau ini Islam agama gw mesti ditaro dimana?”
Bro: “Maksudnya?”
Bray: “Iya, tolong kasih tau gw, mesti ditaro mana ini Islam?
Bro: “Maksudnya gimana bray? Gw gak ngerti”
Bray: “Iya, kan lo suruh gw jgn bawa-bawa agama kan? Nah gw bingung bro. Kalo gw gak boleh bawa2 agama, Islam mesti gw taro mana? Soalnya Islam mengatur dari mulai gw bangun tidur sampai mau tidur lagi. Bangun tidur diatur, masuk kamar mandi diatur, berpakaian diatur, mau makan diatur, keluar rumah diatur, berpergian diatur, bertetangga diatur, berbisnis diatur, bahkan sampai urusan mau indehoy ama bini aja diatur. Bahkan lagi bro, sorry banget nih ya bro, urusan cebok aja ada aturannya! Yang lebih heran lagi bro, itu aturan malah sampe ada doanya segala bro. Bayangin, sampai semuanya ada doanya! Lengkap banget!
… hening …
Bray: “Makanya dalam semua urusan, akhirnya gw bawa-bawa Islam. Nah, kalau gw skrg gak boleh bawa-bawa agama, sok atuh kasih tau KAPAN dan DIMANA gw bisa lepasin Islam gw?”
Bro: “Errr... Gak gitu-gitu amat kali bray”
Bray: “Iya gw juga tadinya mikir gitu bro. Gak perlu gitu2 amatlah. Tapi lama2 gw perhatikan justru itulah bedanya Islam. Islam itu ya emang gitu bro. Gak cuma ritual yang diatur, tapi cara hidup. Islam memang hadir untuk mengatur hidup kite bro. Emang lo gak mau hidup lo jadi lebih bener bro?”
Bro: “Err ... mmmh .... Ya mau sih bray”
Bray: “Nah! Kalo gitu mesti mau dong diatur ama Islam. Kan lo udah syahadat?”
Bro: “Ya tapi gak usah jadi fanatik gitulah bray, serem dengernya”
Bray: “Harusnya gimana bro?
Bro: “Ya diem-diem ajalah. Masing-masing aja. Kan Allah lebih tau gimana gw ber-Islam. Iya kan?”
Bray: “Iya sih….”
Bro: “Nah iya kan?”
Bray: “ Tapi kebayang ya bro?”
Bro: “Kebayang apa bray?”
Bray: “Iya, kalo Islam memang hanya untuk diem-diem aja, untuk masing-masing pribadi aja, bukan untuk dishare ke orang lain, kira-kira bakal sampe gak ya hidayah Islam ke kita sekarang? Kalo dulu Nabi Muhammad ber-Islam sambil diem-diem aja, buat sendirian doang, bakal nyampe gak ya Islam ke kita bro?”
…. Hening lagi ….
Bro: “Bray …”
Bray: “Ya bro”
Bro: “Gw cabut dulu ya, kapan-kapan kita ngobrol lagi. Daaaah”
Bray: “Loh koq buru-buru bro? Ya udah hati-hati ya bro, Islamnya dibawa terus ya brooo ...” (sambil teriak)
Bro: …….. (gak ada respon, mungkin sudah kejauhan, tp mudah2an masih mau dengar)

sumber : Sujadi Abdillah ; credits : Musa Praktisi Seo

Muhammad 'S