Doa Minum Air Zamzam

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أْسْأَلُكَ عِلْمً نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَآءً مِنْ كُلِّ دَآءٍ وَسَقَمٍ بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ 


"Allahumma Inni Asaluka 'Ilman Nafi'an Wa Risqon Waasi'an Wa Syifaa'an Min Kulli Daa'in Wa Saqomin Bi Romhatika Ya Arhamar Rohimiin"


Artinya:

"Ya Allah, aku mohon kepadaMu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rizki yang luas dan sembuh dari segala sakit dan penyakit pikun dengan rahmatMu ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."


Halaman ini adalah bagian dari rangkaian artikel yang berjudul "Haji & Umrah". Silakan klik tautannya untuk melihat rangkaian artikel Haji dan Umrah lainnya secara lebih lengkap. 

Doa Ketika Meninggalkan Kota Makkah

Sebelum pergi meninggalkan kota Makkah, para jemaah haji dan umroh dianjurkan melakukan tawaf perpisahan sambil membaca doa meninggalkan kota Makkah seperti berikut.


اللَّهُمَّ أَلْبَيْتُ بَيْتُكَ, وَالْعَبْدُ عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ, حَمَلْتَنِيْ عَلَى مَا سَخَّرْتَ لِيْ مِنْ خَلْقِكَ, حَتَّى سَيَّرْتَنِيْ فِيْ بِلَادِكَ, وَبَلَّغْتَنِيْ بِنِعْمَتِكَ حَتَّى أَعَنْتَنِيْ عَلَى قَضَاءِ مَنَاسِكِكَ, فَإِنْ كُنْتَ رَضِيْتَ عَنِّي فَازْدَدْ عَنِّيْ رِضًا, وَإِلَّا فَمُنَّ الْاَنَ قَبْلَ أَنْ تَنْأَى عَنْ بَيْتِكَ دَارِيْ, هَذَا أَوَانُ انْصِرَافِيْ إِنْ أَذِنْتَ لِيْ غَيْرَ مُسْتَبْدِلٍ بِكَ وَلَا بَيْتِكَ, وَلَا رَاغِبٍ عَنْكَ وَلَا عَنْ بَيْتِكَ.


اللَّهُمَّ فَأَصْبِحْنِيَ الْعَافِيَةَ فِيْ بَدَنِيْ وَالْعِصْمَةَ فِيْ دِيْنِيْ, وَأَحْسِنْ مُنْقَلَبِيْ, وَارْزُقْنِيْ طَاعَتَكَ مَا أَبْقَيْتَنِيْ, وَاجْمَعْ لِيْ خَيْرَيِ الْأَخِرَةِ وَالدُّنْيَا, إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

"Allahumma albaytu baytuka, wal'abdu'abduka wabnu'abdika wabnu amatika, hamaltanii'ala maa sakhkharta lii min kholqika, hatta sayyartanii fii bilaadika, wa ballaghtanii bini'matika, hattaa a'antanii'ala qadha-i manaasikika."

"Fa-in kunta radhiita'annii fazdad'annii ridhan, wa-ilaa famunna al-aana qobla an tan-aa'an baytika daari, hadzaa awaanu-ngshiraafii in adzinta lii ghaira mustabdilin bika walaa baytika, walaa rooghibin'anka walaa'an baytika."

"Allahumma fa-asbihni al'aafiyata fii badanii wal'ishmata fii diinii, wa ahsin munqolabii, warzuqnii thoo'ataka maa abqoytanii, wajm'lii khoyroyi akhiroti wadduniyam innaka 'alaa kulli syai'in qodiirun."


Artinya:

"Ya Allah, rumah ini (Baitullah) adalah rumah-Mu, hamba (ini) adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu yang laki-laki dan yang perempuan. Engkau telah membawaku dengan kendaraan yang Engkau tundukkan dari makhluk-Mu, sehingga Engkau langkahkan kami ke negeri-Mu, dan sampaikan kami dengan nikmat-Mu, sehingga Engkau menolong kami melaksanakan ibadah (haji) kepada-Mu."

"Maka jika Engkau rida atasku maka tambahkanlah atasku keridaan-Mu, Dan jika tidak, maka berilah anugerah-Mu sekarang sebelum aku jauh dari rumah-Mu. Ini adalah waktuku kembali, jika Engkau mengizinkanku, bukan aku menjadikan pengganti bagi-Mu dan tidak juga bait-Mu, juga tidak karena membenci-Mu dan bait-Mu."

"Ya Allah berikanlah kesehatan kepada badanku, penjagaan terhadap agamaku, jadikanlah baik tempat kembaliku, dan berilah aku rezeki untuk selalu taat kepada-Mu selagi Engkau memberiku umur, serta berikanlah kepadaku kebaikan akhirat dan dunia. Sungguh Engkau Maha berkuasa atas segala sesuatu."


Halaman ini adalah bagian dari rangkaian artikel yang berjudul "Haji & Umrah". Silakan klik tautannya untuk melihat rangkaian artikel Haji dan Umrah lainnya secara lebih lengkap.

Doa Ketika Memasuki Kota Makkah

 اللَّهُمَّ هَذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ، فَحَرِمْ لَحْمِي وَدَمِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَ آمِنِيْ مِنْ عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ أَوْلِيَا بِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ، يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

"Allahumma hadza haramuka wa amnuka, faharrim lahmi wa dami wa basyari'alan nari wa aminni min'adzabika yauma tab'atsu ibadaka, waj'ali min auliyaika wa ahli tha'atika ya rabbal'alamina."


Artinya:

"Ya Allah, ini adalah tanah haram-Mu dan negeri aman-Mu. Haramkanlah daging, darah dan kulitku atas api neraka, dan amankanlah aku dari azab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hambaMu, dan jadikanlah aku termasuk kelompok kekasih-Mu dan orang-orang yang rajin serta taat kepada-Mu, wahai Rabb seru sekalian alam."


Halaman ini adalah bagian dari rangkaian artikel yang berjudul "Haji & Umrah". Silakan klik tautannya untuk melihat rangkaian artikel Haji dan Umrah lainnya secara lebih lengkap.

Doa Ketika Melihat Ka'bah

Saat menjalani ibadah haji dan umroh, para jemaah akan melihat bangunan Ka'bah yang berada di tengah-tengah Masjidil Haram Kota Mekkah. Pada momen tersebut para jemaah dianjurkan untuk membaca doa melihat Ka'bah sebagai bentuk rasa syukur atas keagungan Allah SWT.

Dikutip dari NU Online, Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Idhah fi Manasikil Hajj pada Hasyiyah Ibni Hajar alal Idhah, menganjurkan siapa pun yang melihat Ka'bah untuk memanjatkan doa.

Doa Ketika Melihat Ka'bah di Masjidil Haram

اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ شَرّفَهُ وَكَرّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِاعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا

"Allahumma zid hadzal bayta tasyrifan wa ta'zhiman wa takriman wa mahabatan, wa zid man syarrafahu wa karramahu min man hajjahu aw i'tamarahu tasyrifan wa takriman wa ta'zhiman wa birran."


Artinya:

"Ya Allah, tambahkan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kehebatan pada Baitullah ini. Tambahkan juga kemuliaan, kehormatan, keagungan, dan kebaikan untuk orang-orang berhaji atau berumroh yang memuliakan dan menghormati Ka'bah."


Setelah itu, lanjutkan membaca doa berikut.


اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ.

"Allahumma antas salam, wa minkas salam, fa hayyina rabbana bis salam."


Artinya:

"Ya Allah, Engkau adalah keselamatan. Dari-Mu keselamatan berasal. Wahai Tuhan kami, berikan kehormatan pada kami melalui keselamatan."


Setelah membaca doa di atas, Muslim dianjurkan untuk memperbanyak bacaan istighfar untuk memohon ampunan Allah SWT.


Adab saat Melihat Ka'bah

Selain membaca doa, dalam buku Fiqih Sunnah Jilid 3 (2015) karya Sayyid Sabiq dijelaskan adab yang sebaiknya dilakukan jemaah saat melihat Ka'bah.

  1. Dianjurkan membaca doa melihat Ka'bah sambil mengangkat kedua tangan dan memohon anugerah Allah SWT.
  2. Mendekati Hajar Aswad dan menciumnya tanpa bersuara atau menyentuhnya dengan tangan kanan.
  3. Apabila tidak mampu bisa melambaikan tangan dari jauh ke arah Hajar Aswad sambil memberi isyarat bahwa Anda tidak mampu menyentuhnya.
  4. Dianjurkan memperbanyak doa dan berzikir.
  5. Tetap menggunakan alas kaki.
  6. Mengelilingi Ka'bah atau thawaf.

Bacaan Talbiyah, Shalawat Doa Setelahnya

Kalimat talbiyah dilafalkan oleh jamaah haji dan umroh sejak pasang niat ihram atau haji di tanah halal hingga memasuki Masjidil Haram.

Bagi jamaah haji, kalimat talbiyah dibaca lantang dan terus menerus hingga melontar Jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah.

Berikut bacaan talbiyah:

لَبَيْكَ اللَّهُمَّ لَبَيْكَ. لَبَيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَيْكَ. إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ

"Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak."

Artinya:

Aku datang memenuhi panggilanMu, ya Allah. Aku datang memenuhi panggilanMu. Aku datang memenuhi panggilanMu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilanMu. Sesungguhnya segala puji nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.


Adapun berikut ini adalah lafal shalawat yang dibaca jamaah haji setelah melafalkan kalimat talbiyah:

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد

"Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala ali sayyidina Muhammadin."

Artinya:

Ya Allah berilah kesejahteraan dan keselamatan atas Junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya.


Kemudian bisa dilanjutkan dengan membaca doa-doa, misalnya doa sebagai berikut:

اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَ نَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلٰاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

"Allahumma inna nas’aluka ridhaka wal Jannah, wa na‘udzu bika min sakhatika wan nar.

Rabbana atina fid duniya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar."

Artinya:

Ya Allah sungguh kami memohon ridha dan surga-Mu. Kami berlindung kepada-Mu dari murka dan neraka-Mu. Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.


Pengulangan bacaan talbiyah, sholawat dan do'a tersebut disunahkan untuk terus dilakukan, baik secara lirih, keras atau dalam hati selama pelaksanaan ibadah haji dan umroh.

Halaman ini adalah bagian dari rangkaian artikel yang berjudul "Haji & Umrah". Silakan klik tautannya untuk melihat rangkaian artikel Haji dan Umrah lainnya secara lebih lengkap.

Niat Ihram

Berikut ini adalah lafal niat ihram 


لَبَّيْكَ اللهم عُمْرَ

"Labbaikalloohumma 'umrotan"


Artinya:

Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah.


Bisa juga dengan bacaan berikut.


نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَاَحْرَمْتُ بِهَا ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitul 'umrota wa ahromtu bihaa lillaahi ta'aalaa"


Artinya:

Aku niat umrah dengan berihram karena Allah Ta'ala.


Atau bisa juga dengan bacaan berikut.


لَبَّيْكَ اللهم عُمْرَةً وَاَحْرَمْتُ بِهَا ِللهِ تَعَالَى

"Labbaikalloohumma 'umrotan wa ahromtu bihaa lillaahi ta'aalaa"


Artinya:

Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah karena Allah Ta'ala.


Khusus jamaah haji lansia, lemah, atau sakit, dianjurkan untuk melakukan niat ihram umrah disertai isytirat (ihram bersyarat) untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi halangan yang menyulitkan terlaksananya ibadah umrah. Ketika berniat ihram umrah dengan isytirat, jamaah mengucapkan:


لَبَيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً فَإِنْ حَبَسَنِيْ حَابِسٌ لَبَيْكَ اللَّهُمَّ فَمَحِلِّيْ حَيْثُ حَبَسَنِيْ

"Labbaikalloohumma 'umrotan fain habasani habisun labbaikallahumma famahilli haitsu habasani"


Artinya:

Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah. Tetapi jika aku terhalang oleh sesuatu, ya Allah, maka aku akan ber-tahallul di tempat aku terhalang itu.


Niat ihram isytirat berdasarkan perintah Rasulullah SAW kepad Dluba'ah binti Zubair dalam hadits berikut:

Dari Aisyah RA, ia berkata Nabi SAW datang ke rumah Dluba'ah binti Zubair bin Abdul Muthalib. Lalu Dluba'ah pun berkata, "Ya Rasulullah, aku bermaksud hendak menunaikan ibadah haji, tetapi aku sakit, bagaimana itu?" Maka Nabi SAW pun bersabda: "Berhajilah dan syaratkan dalam niatmu akan tahallul (berhenti) jika tak sanggup meneruskannya karena sakit." (HR Bukhari Muslim).


Halaman ini adalah bagian dari rangkaian artikel yang berjudul "Haji & Umrah". Silakan klik tautannya untuk melihat rangkaian artikel Haji dan Umrah lainnya secara lebih lengkap.